Onlain bookmaker bet365.com - the best bokie

APA ITU MADU

 

maduMadu adalah merupakan zat makanan manis yang diproduksi dan disimpan oleh lebah atau jenis serangga hymenoptera tertentu. Madu dihasilkan dari sekresi tanaman atau serangga melalui proses regurgitasi (pencernaan serangga), aktivitas enzimatik, dan penguapan air. Konstituen  madu adalah kombinasi dari frukstosa dan dektosa dengan jumlah yang sama dan dikenal sebagai gula invert 50-90% dari gula yang tidak terinvensi dan air. Berbagai madu yang dihasilkan oleh lebah madu (genus Apis) adalah yang paling terkenal, karena produksi komersial di seluruh dunia dan untuk konsumsi manusia.

Rasa manis madu berasal dari monosakarida fruktosa dan glukosa dan rasa manisnya melebihi rasa manis  gula. Tingkat kemanisan madu ini mencapai 1.5 kali lebih tinggi daripada gula pasir.  Meskipun demikian, rasa manis madu tidak memiliki efek-efek buruk layaknya gula pasir, hal ini disebabkan kandungan senyawa madu adalah karbohidrat dan air.

Hampir semua jenis mikroorganisme tidak bisa tumbuh dalam madu, sehingga madu yang disimpan dengan baik tidak akan membusuk meski disimpan selama ribuan tahun. Madu juga mempunyai kemampuan menjadi pengawet makanan alami. Riset telah menunjukkan madu berpotensi mengurangi pencoklatan enzimatik pada buah dan sayuran dan mencegah oksidasi lipid pada daging. Mayoritas akti bakterial ini dihasilkan oleh pembentukan hidrogen peroksida. Riset lain juga mengidentifikasi flavonoid pada madu, khususnya asam caffeic dan asam ferulic sebagai kontributor yang dominan.

Apa yang membuat madu dianggap sumber makanan yang istimewa? jawabannya adalah kompleksitas baik kandungan dan rasa dari madu. Madu adalah makanan yang sangat awet. Tidak membusuk dan pada hakekatnya mempunyai masa berlaku yang tidak terbatas. Pembentukan madu melibatkan banyak faktor yang berkerja dalam harmoni yang sempurna. Mungkin hal yang paling penting yang menggambarkan komposisi kimia dalam madu adalah keanekaragamannya, tidak akan ditemukan komposisi kimia yang sama meski dari 2 sampel madu yang sama persis. Komposisi kimia madu melibatkan campuran kimia yang sangat komplek dari lebih dari 200 senyawa yang berbeda-beda. Sebagian dari senyawa itu diproduksi oleh madu, sebagian dari nektar bunga, dan sebagian dihasilkan selama proses pematangan madu.

Ketika ilmuan melakukan penelitian terhadap zat-zat yang terkandung dalam madu yang sangat menabjubkan ini, mereka menemukan komposisi kimia yang lengkap meliputi enzim, mineral, vitamin, dan asam amino yang besar manfaatnya bagi tubuh manusia. Madu mengandung lebih dari 180 jenis senyawa atau unsur dan zat nutrisi. Kandungan terbesar madu adalah fruktosa yang bisa mencapai 38,5 gram per 100 gram madu alami. Disusul dengan glukosa, maltos, dan sukrosa dan senyawa gula lainnya yang mempunyai kadar yang lebih rendah. Mineral yang terkandung dalam madu mencakup kalium, magnesium, sodium, potasium, sulfur, klorin, fosfat dan besi. Sedangkan vitamin yang ada meliputi vitamin B1, B2, C, B6, dan B3. Kompisisi vitamin-vitamin ini berubah-ubah sesuai dengan kualitas bunga dan serbuk sari yang diambil oleh lebah madu. Maju juga mengandung tembaga, seng, yodium dan juga beberapa jenis hormon meski dalam jumlah yang kecil.

Madu juga mengandung berbagai jenis enzim, yaitu molekul protein yang sangat komplek yang dihasilkan oleh sel hidup dan berfungsi sebagai katalisator, yakni zat yang berfungsi untuk mengubah kecepatan reaksi kimia di dalam tubuh setiap makhluk hidup.

Selain itu, madu juga mengandung beberapa jenis pitokimia yang bisa berfungsi sebagai makanan sumber antioksidan. Jumlah dan jenis senyawa antioksidan sangat tergantung pada jenis tanaman sumber nektar bunga pembentuk madu. Umumnya, madu yang berwarna lebih gelap mempunyai kandungan antioksidan yang lebih tinggi dibanding warna yang berwarna cerah. Hal ini dikonfirmasi oleh uji laboratorium yang dilakukan di Universitas Illinois bahwa 14 jenis monofloral menunjukkan aktivitas antioksidan yang cukup signifikan.

Madu diproduksi oleh lebah dalam sarang lebah yang mempunyai struktur rancangan yang efisien karena berbentuk segi enam (heksagonal). Lebih dari 60.000 lebah dalam satu sarang secara kolektif menempuhkan total jarak 80.000 km dan hinggap di lebih dari 2 juta bunga  hanya untuk memproduksi 0.5 kg madu. Sewaktu nektar bunga dikumpulkan oleh lebah madu, bahan tersebut masih mengandung air yang masih cukup tinggu dengan prosentase mencapai 80%, begitu juga dengan kandungan sukrosa. Setelah lebah madu mengubah nektar menjadi madu, kandungan air menjadi lebih rendah dan sukrosa diubah manjadi fruktosa dan glukosa.

Proses pembuatan madu dimulai dengan proses pengumpulan nektar oleh lebah madu. Nektar adalah cairan manis dari tanaman bunga yang dihisap oleh lebah madu dan disimpan dalam perut lebah. Selama dalam perut lebah, nektar tersebut bercampur dengan enzim yang akan merubah komposisi kimia dan tingkar pH-nya, membuatnya lebih bisa disimpan dalam waktu lama.

Ketika lebah madu kembali ke sarang, cairan nektar akan ditransfer ke lebah lain sambil dikunyah-kunyah. Proses mengunyah ini dilakukan berkali-kali sampai nektar yang telah setengah tercerna akan disimpan dalam sarang. Nektar ini masih berbentuk cairan kental. Untuk mengurangi kadar air dalam madu, lebah-lebah madu akan mengepakkan sayapnya di sarang untuk mempercepat proses penguapan. Ketika kadar air sudah memenuhi syarat, lubang sel sarang akan ditutup dengan cairan sekresi perut lebah yang selanjutkan akan mengeras menjadi sejenis lilin.

Warna dan rasa madu berbeda-beda tergantung dari sumber nektar yang dihisap madu. Ada lebih dari 300 varietas madu di seluruh dunia, sedangkan sekitar 20 varietas bisa ditemui di Indonesia. Secara umum, semakin pekat warna madu semakin kuat juga rasa madunya.

Berdasarkan asal nektarnya, madu dapat digolongkan menjadi 3 bagian yaitu :

  • Madu flora yaitu madu yang dihasilkan dari nektar bunga. Yang berasal dari hanya satu jenis bunga disebut madu monoflora, dan yang berasal dari bermacam-macam bunga yang berbeda dinamakan poliflora.
  • Madu ekstraflora adalah madu yang dihasilkan dari nektar diluar bunga, misalnya dari cabang, daun atau batang tanaman.
  • Madu embun adalah madu yang dihasilkan dari cairan suksesi serangga yang meletakkan gulanya pada tanaman, yang kemudian dikumpulkan oleh lebah madu dan disimpan dalam sarang lebah madu.

Sejarah Madu

lukisan-gua-aranaproduksi dan penggunaan madu mempunyai sejarah yang panjang dalam peradaban umat manusia. Sebuah situs lukisan gua ditemukan di valensia, spanyol menyatakan madu telah digunakan manusia lebih dari 8000 tahun. Lukisan tersebut menggambarkan dua pencari madu mengumpulkan madu dan sarang lebah dari madu liar. Figur tersebut digambarkan sedang membawa keranjang, dan menggunakan tangga atau tali untuk bisa menjangkau sarang lebah madu liar.

Madu yang paling tua ditemukan di negara Georgia. Arkeolog menemukan sisa cairan madu di bejana tanah liat yang terkubur di pemakaman kuno, tertanggal sekitar 4.700-5.500 tahun yang lalu. Di Georgia kuno, Beberapa jenis madu dikubur bersama orang yang meninggal untuk bekal di akhirat.

Di Mesir kuno, madu digunakan untuk pemanis kue dan biskuit, dan digunakan pula untuk makanan lainnya. Masyarakat Mesir kuno dan Timur Tengah juga mengunakan madu dalam proses pembalseman mayat.

Di Yunani kuno, madu sudah diproduksi pada masa arkais (800 SM - 480 SM) hingga periode hellenistik (323 SM - 146 SM). Pada tahun 594 SM peternakan madu tersebar luas di sekitar Athena dikeluarkan aturan oleh Solon yang mengatur bahwa jarak antar sarang lebah peternakan madu dengan sarang lainnya haruslah berjarak 91 meter. Telah dilakukan penggalian tembikar oleh arkeolog Yunani di lokasi sarang lebah madu kuno. Menurut tulisan penulis Yunani Columella, Peternak lebah Yunani kuno pada periode hellenistik tidak ragu untuk memindahkan sarang lebah mereka hingga jarak yang jauh untuk meningkatkan produksi, mengambil keuntungan dari siklus tanaman di daerah yang berbeda-beda.

Di masa belum ditemukannya gula, madu merupakan bahan pemanis makanan yang tidak dapat dipisahkan dalam peradaban masyarakat Yunani dan Romawi. Masyarakat Romawi menggunakan madu sebagai bagian dari resep makanan mereka dan sering disebutkan dalam karangan banyak penulis terkenal seperti Virgil (70 SM - 19 SM, pliny (61 M - 113 M), Cicero (106 BC - 43 BC), dan penulis lainnya.

Penggunaan madu dalam praktik keagamaan pada masyarakat India kuno terkodumentasi dengan baik pada kitab Weda dan kitab Ayurweda, yang telah ditulis 4000 tahun lalu.

Peternakan madu di China telah adan sejak zaman kuno. Disebagian tulisan dalam buku yang ditulis Fan Li - Pendiri dari Chiusm yang lahir pada tahun 517 SM, diceritakan tentang seni berternak lebah dan pentingnya menjaga kualitas kotak bayu yang digunakan untuk menjaga kualitas madu.

Beberapa peradaban percaya bahwa madu mempunyai khasiat kesehatan. madu digunakan sebagai salep untuk ruam dan luka bakar, dan untuk meringankan sakit tenggorokan ketika belum ditemukan metode pengobatan lainnya.

Официален блог на WebEKM EKM очаквайте сайта онлайн скоро.

Download Free Templates http://bigtheme.net/ free full Wordpress, Joomla, Mgento - premium themes.

APA ITU MADU | Madu