Onlain bookmaker bet365.com - the best bokie

CARA KERJA HABBATUS SAUDA

 

nama-habbatussaudah

Penelitian telah menunjukkan kemanjuran habbatus sauda dalam mengobati berbagai jenis penyakit. Mungkin, ketika ilmu kedokteran semakin mengetahui lebih banyak tentang habbatus sauda, satu atau lebih dari komponen aktifnya dapat digabungkan menjadi resep farmasi untuk keluhan penyakit tertentu. Juga ada kemungkinan bahwa ekstrak tertentu dari habbatus sauda akan dikombinasikan secara kimia dan menjadikannya obat yang lebih manjur.

Meskipun dapat dikatakan bahwa zat kimia tambahan dapat meningkatkan efektivitas habbatus sauda dalam menangani keluhan penyakit yang lebih spesifik, prinsip penyembuhan habbatus sauda dalam bentuknya yang murni dan alami juga harus tetap diperhatikan.

habbatus sauda, dalam bentuknya yang lengkap dan alami, bekerja berdasarkan prinsip membantu proses penyembuhan alami tubuh dalam mengatasi penyakit atau menjaga kesehatan. Ia bekerja pada bagian atau pada sistem tubuh yang terkena penyakit tanpa mengganggu keseimbangan alami sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan.

Efek dari kombinasi kandungan nutrisi dan obat dari habbatus sauda tidak hanya membantu meringankan keluhan saat itu ini, tetapi juga membantu memperkuat sistem ketahanan tubuh lebih lanjut terhadap suatu penyakit atau keluhan di masa depan.

Sementara bukti sejarah telah menunjukkan potensi penggunaan habbatus sauda untuk berbagai penyakit, kami telah membatasi deskripsi kami tentang sifat penyembuhan habbatus sauda di sini hanya untuk temuan penelitian terbaru saja.

  • Analgesik: Meredakan atau meredam sensasi rasa sakit.

Minyak esensial habbatus sauda Iran diselidiki untuk komposisi dan sifat analgesik dan antiinflamasinya. Setelah proses analisis minyak dengan methode GC / MS (Gas chromatography–mass spectrometry), 20 senyawa berhasil diidentifikasi, diperoleh sebanyak 0,4% (v / w). Di antara zat tersebut, para-cymene (37,3%) dan thymoquinone (13,7%) adalah komponen dengan jumlah paling besar. Asam asetat, formalin dan light tail digunakan untuk penilaian aktivitas analgesik. Aktivitas antiinflamasi dievaluasi dengan menggunakan menginduksi edema pada tikus. Minyak esensial habbatus sauda ditemukan mampu menghasilkan efek analgesik yang signifikan dalam tes terhadap tikus tersebut. Meskipun pemberian Minyak esensial habbatus sauda secara oral pada dosis 100, 200 dan 400 mikro L / kg tidak memberikan efek antiinflamasi yang signifikan dalam uji karagenan, tetapi pemberian dengan cara injeksi dengan dosis yang sama secara signifikan (p <0,001) menghambat edema yang diinduksi karagenan.

  • Anthelmintic : (Juga dikenal sebagai vermicide atau vermifuge) menghancurkan dan mengusir cacing usus.

Saluran usus yang tersumbat dapat menjadi sumber banyak penyakit lainnya, seperti yang disabdakan Nabi Muhammad SAW, "Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk yaitu perut". Karena asupan makanan olahan yang semakin banyak, makanan cepat saji, dll., Kita mengisi perut dengan makanan yang sulit dicerna. Ditambah dengan penambahan bahan kimia dalam makanan, polusi udara dan air, kita membebani diri kita sendiri dengan racun yang semakin menumpuk.

Habbatus sauda dapat digunakan sebagai obat untuk kondisi ini karena aktifitas anti bakteri-nya dan karena kandungan minyak yang sifatnya mudah menguap dan mengandung nigellin dan saponin melathin sehingga mampu membersihkan saluran usus .

  • Anti bakteri: Menghancurkan atau menghambat pertumbuhan bakteri merugikan.

Staphylococcus aureus yang resisten terhadap metisilin (MRSA) terus menjadi salah satu patogen paling umum yang dihadapi dalam praktik klinis dan laboratorium. Hal ini telah menjadi masalah kesehatan utama di seluruh dunia. Antimikroba baru sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah resistensi MRSA terhadap berbagai agen anti-stafilokokus. Nigella sativa umumnya dikenal sebagai Habbatus sauda (ekstrak etanol) diuji untuk mengevaluasi apakah ia memiliki khasiat anti-staphylococcalactivity.

Ekstrak Habbatus sauda dihasilkan dengan metode ekstraksi refluks. Metode difusi dan pengenceran cakram dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri. Strain Staphylococcus aureus ATCC 25923 digunakan sebagai standar acuan. Semua strain MRSA yang diuji sensitif terhadap ekstrak Habbatus sauda pada konsentrasi 4 mg / disc dengan nilai MIC 0,2 hingga 0,5 mg / ml. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Habbatus sauda memiliki efek penghambatan pada MRSA. Temuan ini mendorong perlunya percobaan lebih lanjut dari produk obat tradisional.

  • Imunomodulator: Menekan atau memperkuat aktivitas sistem imun sesuai kebutuhan untuk keseimbangan optimal.

Di antara banyak penemuan luar biasa yang ditemukan para peneliti, adalah bahwa Habbatus sauda lebih unggul daripada kebanyakan obat alami lain yang telah digunakan untuk gangguan autoimun; suatu kondisi di mana pasien sangat menderita karena sistem kekebalan tubuh mereka sendiri menyerang tubuh mereka sendiri. Habbatus sauda dapat disejajarkan dengan Echinacea dan astragalus sehubungan dengan sifat perbaikan imunologisnya. Habbatus sauda adalah pengatur sistem kekebalan tubuh yang signifikan, tetapi berbeda cara kerjanya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dibanding obat-obat herbal penguat kekebalan tubuh lainnya, membuatnya lebih cocok dalam kasus alergi dan kasus lain dari aktivitas sistem kekebalan tubuh yang hiperaktif. Habbatus sauda, terutama ketika dikombinasikan dengan bawang putih, dianggap sebagai Harmonizer dari ketidakseimbangan sistem imun yang menyebabkan sel-sel pertahanan tubuh menghancurkan sel-sel yang sehat. Bahasa teknis untuk mendefinisikan properti ini adalah "tindakan imunomodulator." Perbedaan antara Habbatus sauda dan interferon adalah bahwa tidak ada efek samping yang timbul selama Habbatus sauda diberikan dalam dosis yang dianjurkan. Hal yang menajubkan dari Habbatus sauda adalah kemampuannya untuk menciptakan keseimbangan.

  • Anti-Inflamasi: Mengurangi peradangan.

Pada awal tahun 1960, Profesor El-Dakhakny melaporkan bahwa minyak habbatus sauda memiliki efek anti-inflamasi dan dapat bermanfaat untuk menghilangkan efek radang sendi. Di tahun 1995, sekelompok ilmuwan di Laboratorium Penelitian Farmakologi, Departemen Farmasi, Kings College, London, memutuskan untuk menguji efektivitas habbatus sauda dan zat turunannya, thymoquinine, sebagai agen anti inflamasi. Studi mereka menemukan bahwa habbatus sauda menghambat pembetukan eikosanoid dan menunjukkan aktivitas anti-oksidan dalam sel. Para ilmuwan berspekulasi bahwa asam lemak tak jenuh C20: 2 yang tidak biasa yang terkandung dalam habbatus sauda kemungkinan besar bertanggung jawab untuk meningkatkan efektivitasnya.

Pada tahun 1997, penelitian yang dilakukan di Unit Mikrobiologi Pusat Penelitian, Sekolah Tinggi Farmasi, Universitas King Saud, Riyadh, Arab Saudi, menemukan bahwa perlakuan secara eksternal dalam bentuk salep, aktivitas anti-inflamasi dari habbatus sauda diketahui berada di kisaran yang sama dengan produk komersial sejenis. Tes juga menunjukkan bahwa habbatus sauda itu tidak menimbulkan alergi.

  • Aktivitas anti-histamin

Histamin adalah zat yang dilepaskan oleh jaringan tubuh, kadang-kadang membuat reaksi allergi dan berhubungan dengan penyakit seperti asma bronkial. Pada tahun 1960, para ilmuwan Badr-El-Din dan Mahfouz menemukan bahwa dimer dithymoquinone yang diisolasi dari minyak habbatus sauda, yang disebut dengan nama "Nigellone". zat tersebut kemudian diberikan melalui mulut pada  beberapa pasien yang menderita asma bronkia dan berhasil menekan gejala kondisi pada sebagian besar pasien yang diberi zat tersebut.

Mengikuti hasil penelitian awal tersebut, kristal nigellone diberikan kepada anak-anak dan orang dewasa yang menderita asma bronkial dengan khasiat yang nyata dan tidak ditemukan tanda-tanda toksisitas. Namun, setelah diselidiki, walaupun efektif, dibutuhkan beberapa waktu sebelum efek dari kristal nigellone bisa dirasakan oleh pasien.

Pada tahun 1993, Nirmal Chakravarty, MD, melakukan penelitian untuk mengamati apakah keterlambatan ini dapat dikaitkan dengan kemungkinan kristal nigellone menjadi zat penghambat pada histamin. Hipotesis tersebut terbukti benar. Penelitian Dr. Chakravarty menemukan bahwa mekanisme aktual di balik efek penghambatan kristal nigellone pada histamin adalah bahwa kristal nigellone menghambat protein kinase C, suatu zat yang diketahui memicu pelepasan histamin. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa kristal nigellone mengurangi penyerapan kalsium dalam sel mast, yang juga menghambat pelepasan histamin. Pentingnya hasil penelitian ini adalah bahwa orang yang menderita asma bronkial dan penyakit alergi lainnya dapat mengambil manfaat dari penggunaan kristal nigellone yang terkandung dalam habbatus sauda.

  • Anti-Mikroba: Menghancurkan atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang merusak.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Kairo, untuk menganalisis aktivitas anti-bakteri habbatus sauda. Cakram kertas saringan diberi dengan ekstrak dietil eter habbatus sauda (25-400 mikrogram ekstrak / disc) menyebabkan penghambatan bakteri Gram-positif yang dalam hal ini menggunakan bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri Gram-negatif diwakili oleh Pseudomonas aeruginosa dan Escherichia coli (tetapi bukan Salmonella typhimurium) dan khamir patogen Candida albicans. Ekstrak habbatus sauda menunjukkan sinergisme antibakteri dengan streptomisin dan gentamisin dan menunjukkan aksi antibakteri aditif dengan spektinomisin, eritromisin, tobramycin, doksisiklin, kloramfenikol, asam nalidiksat, ampisilin, lincomycin, dan kombinasi sulphamethoxyzole-trimethoprim. Ekstrak juga berhasil memberantas infeksi stafilokokus subkutan non-fatal pada tikus ketika disuntikkan di lokasi infeksi.

  • Antioksidan: Mencegah atau menunda oksidasi yang merusak sel-sel tubuh - khususnya berguna melawan radikal bebas.

oksigen reaktif menyebabkan efek sitotoksik. Tubuh membutuhkan penyerapan senyawa eksogen dengan khasiat antioksidan. Habbatus sauda adalah tanaman yang mengandung setidaknya satu antioksidan terlarut lipid aktif, yaitu thymoquinone. Pemecahan komponen habbatus sauda ini menghasilkan senyawa antioksidan baik dalam fraksi larut air dan fraksi lipid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keamanan senyawa yang difraksinasi, kemudian membandingkan potensinya dengan thymoquinone murni dan vitamin E pada sel A549 dalam kultur selama 24, 48 dan 72 jam. Hasilnya, Ekstrak habbatus sauda dan thymoquinone murni mampu menurunkan tingkat MDA selama proses penelitian. Sementara itu, dosis vitamin E yang digunakan menyebabkan toksisitas dan kerusakan sel yang lebih besar dibanding dengan perlindungan sel. Kadar protein seluler setelah 24 jam menunjukkan sel dalam kelompok ekstrak habbatus sauda + ETOH memiliki aktivitas metabolisme tertinggi. Namun, setelah 72 jam, aktivitasnya berubah dan menunjukkan jumlah protein paling sedikit. Sedangkan untuk vitamin E, hasilnya konsisten di semua tiga fase yang menunjukkan aktivitas metabolisme yang lambat. Jumlah sel berkurang setelah 24 jam dalam sel yang diobati thymoquinone, dan terus berkurang selama penelitian. Fraksi habbatus sauda + H2O menunjukkan tren yang mirip dengan thymoquinone, sedangkan fraksi habbatus sauda + ETOH menunjukkan perubahan negatif dalam jumlah sel pada 48 jam bila dibandingkan dengan sampel kontrol.

  • Anti-tumor: Menangkal atau mencegah pembentukan tumor ganas

Sebuah studi tentang prinsip-prinsip anti tumor potensial habbatus sauda yang dilakukan oleh Amala Research Center di Amala Nagar, Kerala (India) pada tahun 1991 mengacu pada pendapat Dr.Chakravarty tentang kemungkinan penerapan habbatus sauda dalam pengobatan kanker. Menggunakan prinsip aktif asam lemak yang berasal dari habbatus sauda, penelitian menggunakan tikus albino Swiss menunjukkan bahwa prinsip aktif ini dapat mencegah perkembangan jenis sel kanker yang umum disebut Ehrlich ascites carcinoma (EAC). Jenis sel kanker kedua yang umum, sel limfoma asites (DLA) Dalton juga diteliti.

Tikus yang menerima sel EAC dan habbatus sauda tetap normal tanpa adanya sel tumor, hal ini menunjukkan bahwa habbatus sauda 100% efektif dalam menghambat perkembangan tumor EAC. Sedangkan hasil pada tikus yang menerima sel DLA dan habbatus sauda menunjukkan bahwa prinsip aktif biji ini telah mencegah perkembangan tumor sebesar 50% lebih sedikit dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi habbatus sauda.

Penelitian ini menyimpulkan, "Ini adalah bukti bahwa prinsip aktif yang diisolasi dari habbatus saudaa adalah agen anti-tumor yang kuat, dan komponen asam lemak rantai panjang mungkin adalah sebagai komponen aktif utama."

  • Karminatif: Merangsang pencernaan dan menginduksi pengeluaran gas dari lambung dan usus.

Efek karminatif habbatus sauda mampu mengurangi kembung dan ketidaknyamanan pada perut. Faktanya, menambahkan habbatus sauda dalam masakan adalah cara yang paling mudah untuk mencegah gangguan pencernaan dan pembentukan gas yang berlebihan.

  • Diuretik: Merangsang buang air kecil untuk meredakan kembung dan mengeluarkan kelebihan cairan pada tubuh.

Sebagai ramuan diuretik, habbatus sauda membantu merangsang aliran urin dalam tubuh Anda. Hal ini sangat bermanfaat ketika mencoba meredakan kembung dan menghilangkan kelebihan air dari tubuh, dan membantu sistitis, suatu kondisi kesulitan buang air kecil karena batu ginjal atau gangguan ginjal lainnya.

  • Digestif : Merangsang empedu dan membantu dalam proses pencernaan.

Biji hitam sering digunakan sebagai ramuan kuliner, dan seperti kebanyakan ramuan yang ditemukan di dapur, ia memiliki efek menguntungkan pada pencernaan.

  • Galactogogue: Merangsang produksi ASI pada ibu menyusui.

Sebuah studi oleh Agarwhal (1979) menunjukkan bahwa habbatus sauda meningkatkan output ASI dari ibu menyusui. Sebuah pencarian literatur oleh University of Potchefstroom (1989), termasuk abstrak biologis, menemukan bahwa kemampuan habbatus sauda untuk meningkatkan aliran susu ibu menyusui dapat dikaitkan dengan kombinasi porsi lipid dan struktur hormon yang ditemukan dalam biji ajaib ini.

  • Hipotensi: Mengurangi darah tinggi (hipertensi).

habbatus sauda membantu menurunkan tekanan darah, melepaskan cairan berlebih dan mengurangi tekanan arteri. Thymoquinone mengandung sifat anti-oksidan yang kuat yang membantu keluhan kardiovaskular. Prostoglandin E1 (habbatus sauda menstimulasi produksinya dalam tubuh) telah terbukti mampu menurunkan tekanan darah. Wallahu 'a'lam bis showab

Официален блог на WebEKM EKM очаквайте сайта онлайн скоро.

Download Free Templates http://bigtheme.net/ free full Wordpress, Joomla, Mgento - premium themes.

Website ini hanya bersifat informasinal dan tidak dimaksudkan mendiagnosis,
merawat, atau mencegah penyakit atau kondisi medis apapun. Sebelum
menggunkan bahan-bahan untuk pengobatan alami, disarankan untuk
untuk berkonsultasi dengan petugas medis profesional berlisensi.

Copyright © 2017 thibbun-nabawi.com

Powered by Warp Theme Framework
CARA KERJA HABBATUS SAUDA | Habbatus saudah